Jumat, Oktober 23, 2015

Daun Sukun

Manfaat Daun Sukun Tidak Kalah dengan Buahnya – Selama ini kita biasanya hanya memanfaatkan buah sukun. Tanaman yang bentuk buahnya mirip dengan durian dan nangka ini biasanya digunakan sebagai camilan dan pengganti beras. Tekstur daging buahnya yang cukup mirip dengan roti, membuatnya mendapatkan istilah breadfruit dari orang-orang barat. Rasa buahnya lezat dan mempunyai kandungan karbohidrat yang lebih tinggi daripada umbi-umbian lain seperti ketela dan kentang. Hebatnya lagi, buah sukun tersebut tetap rendah kalori. Tetapi tahukah Anda bahwa tidak hanya buahnya, namun daun sukun sendiri mempunyai manfaat yang tidak kalah?

Sukun mempunyai nama ilmiah Artocarpus altilis dan masih merupakan keluarga Moraceae. Nama “sukun” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tanpa biji”, tentu saja nama ini merujuk pada buahnya yang memang tidak mempunyai biji. Di daerah Sunda, sukun dikenal dengan sebutan timbul atau kulur, sementara di Aceh dikenal dengan sebutan kulu. Di beberapa tempat, sukun bahkan disebut dengan istilah “tanaman kehidupan”. Mari kita lihat apakah persepsi tersebut benar adanya.

Buah sukun merupakan tanaman yang menjadi sumber karbohidrat di daerah tropis, terutama di Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara. Sukun sendiri diperkirakan berasal dari kepulauan Nusantara dan juga Papua. Baru setelah suku-suku di daerah ini bermigrasi, sukun menyebar ke negara-negara sekitar Asia, dan setelah kolonisasi bangsa Eropa, barulah sukun sampai ke dunia barat.

Tanaman sukun dapat hidup di iklim tropis dan dataran rendah. Daerah yang mempunyai suhu sekitar 20o C hingga 40o C dengan curah hujan tinggi serta lembap merupakan lokasi yang sangat ideal bagi tanaman sukun untuk bisa tumbuh. Tidaklah heran jika sukun tumbuh di seluruh Indonesia. Pohon sukun yang sudah dewasa bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 30 m, meski tidak banyak sukun yang mencapai tinggi sekian. Daun sukun bentuknya besar-besar dan liat, hampir seperti kulit. Warna di sisi atas daunnya hijau tua mengkilap sementara di sisi bawahnya kusam dan kasar. Bila diraba, bagian bawah daun sukun mempunyai bulu-bulu yang halus.

Manfaat Tanaman Sukun Secara Umum

Sebelum kita membahas secara spesifik tentang daun sukun, patut kita ketahui bahwa tanaman sukun sebenarnya mempunyai berbagai macam manfaat. Inilah beberapa di antaranya:

Daging buah sukun secara turun temurun telah digunakan sebagai bahan pangan, baik dimasak langsung maupun dijadikan tepung.Getah sukun digunakan untuk menambal dasar perahu dan menjadi bahan permen karet.Kayu sukun yang ringan, kuat, dan mempunyai pola bagus bisa dijadikan mebel.Daun sukun sebagai obat.

Kandungan Nutrisi Daun Sukun

Sekarang ini, biasanya daun sukun dipakai untuk pakan ternak. Masih jarang orang yang menyadari kegunaan lain dari daun sukun. Padahal khasiat daun sukun sendiri sebenarnya sangatlah banyak. Daun sukun mengandung kalium, yang sangat berguna karena dapat menguraikan batu ginjal sehingga bisa larut dengan mudah dan keluar dari tubuh bersama dengan urine. Selain itu, senyawa-senyawa yang berguna di dalam daun sukun adalah:

Asam amino esensialKaliumRiboflavin (vitamin B2)HidrosianatAsteilcolinTanninPolifenol

Dengan kandungan nutrisi sebanyak ini, tentu saja fungsi daun sukun tidak bisa diremehkan. Selain senyawa-senyawa yang disebutkan di atas, daun sukun juga mengandung antioksidan.

Manfaat Daun Sukun Sebagai Obat Tradisional

Sebagai permulaan, daun sukun bisa dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan kesehatan yang ringan. Contoh penyakit ringan yang bisa disembuhkan oleh daun sukun adalah:

Mengobati Panu, biasanya dipakai di Kepulauan Pasifik.Mengobati sariawan, biasanya dimanfaatkan di India dengan cara menghancurkan daun sukun kemudian ditempelkan di bagian mulut yang terkena sariawan.Mengatasi pegal, orang Betawi biasa menggunakan rendaman daun sukun untuk merendam kaki.

Hal di atas hanyalah sebagian kecil dari manfaat daun sukun. Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa daun sukun mempunyai khasiat yang sangat hebat karena ternyata bisa menyembuhkan penyakit kronis.

Daun sukun sebagai obat jantung

Penyakit jantung mempunyai sebab yang bermacam-macam. Namun, yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung terjadi karena tekanan darah di dalam tubuh. Daun sukun bisa mengobatinya dengan cara:

Ambil daun sukun tua yang masih menempel di pohon,Cuci dengan air bersih,Jemur daun sampai kering sehingga air tersisa setengahnya,Rebus daun sukun di dalam panci dengan takaran 5 gelas air.

Rebusan tersebut kemudian disaring dan hasilnya dapat diminum secara rutin. Ini akan sangat menolong penderita jantung.

Daun sukun sebagai anti-kanker

Daun sukun mempunyai sifat yang disebut anti-inflamasi atau umumnya disebut anti radang. Kandungan ini berguna untuk mencegah kanker sedini mungkin. Caranya adalah:

Satu lembar daun sukun tua direbus,Cuci bersih di dalam panci yang sudah diisi 5 gelas air,Tunggu hingga mendidih,Tambahkan kembali air dengan takaran serupa, 5 gelas,Setelah mendidih, tambahkan kembali air sebanyak 5 gelas.

Setelah proses yang berulang-ulang tersebut, saring lah ramuan tersebut. Minum sampai habis.

Daun sukun sebagai obat penyakit kronis lain

Manfaat daun sukun tidak hanya terbatas pada hal yang telah disebutkan di atas. Masih banyak penyakit-penyakit berat lain yang ternyata bisa disembuhkan oleh daun sukun. Beberapa orang telah mendapati bahwa penyakit ginjal yang telah lama mereka derita sembuh setelah meminum ramuan rendaman daun sukun. Selain itu, penyakit hepatitis dan asam urat juga bisa disembuhkan. Perlu dicatat bahwa peneliti menyarankan bahwa daun sukun terbaik untuk obat adalah daun sukun yang sudah tua dan berwarna kecokelatan.

Di copy dari group tetangga

Sabtu, September 26, 2015

Qurban haram

Oleh:
DR. H. Nanung Danar Dono
Pengurus Bidang Dakwah MIUMI DIY & Direktur Pusat Kajian Halal Fak.Peternakan UGM
______

Daging Qurban bisa haram jika...
1. Hewan belum mati (setelah disembelih), namun sudah mulai dikuliti, atau kaki sudah dipotong, atau ekornya dipotong. Jika hewan belum mati koq sudah mulai dikuliti, atau dipotong kakinya, atau dipotong ekornya, maka hewan bisa KESAKITAN...dan mati krn kesakitan. Jika ia mati krn kesakitan (bukan krn disembelih), maka dagingnya HARAM.

2. Jika hewan belum mati koq kakinya dipotong, maka ia HARAM dimakan.

Dari Abu Waqidi Al-Laitsi ra, dia berkata: "Rasulullah Shallallahu a'laihi wa sallam bersabda, yang artinya: Bagian mana saja yang dipotong dari binatang yang masih hidup, maka itu sama dengan BANGKAI."
(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

CARA MEMASTIKAN hewan telah mati setelah disembelih adalah dgn menggunakan salah satu sari 3 macam reflek:

1. REFLEK MATA
Gunakan jari tangan kita utk menyentuh orang2an (pupil) mata. Jika masih berkedip maka ia MASIH HIDUP. Namun jika sdh tidak ada respon, maka ia telah mati.

2. REFLEK EKOR
Pegang dan geser ekor sapi tsb ke kanan atau ke kiri. Jika ekornya melawan (ngeyel), maka ia MASIH HIDUP. Namun bila sdh tidak ada respon, maka berarti ia telah mati.
Bisa pula dgn MEMENCET ekor sapi. Di ekor sapi ada ujung saraf2 yg sangat sensitif. Jika ia masih hidup, maka ia akan bereaksi saat ekornya dipencet.

3. REFLEK KUKU.
Sapi, kerbau, unta, kambing, & domba adalah hewan berkuku genap (ungulata). Di antara kedua kuku kakinya ada daging yg sangat sensitif. Ada ujung2 saraf disitu. Gunakan ujung pisau yg runcing, sentuh/tusuk pelan bagian tsb. Jika masih ada reaksi menghindar, berarti ia MASIH HIDUP. Namun jika sdh tidak merespon, berarti ia telah mati.

Allaahu a'lam bish-showwab

Sabtu, September 19, 2015

WARISAN KAOS KAKI SOBEK

Warisan KAOS KAKI SOBEK.

Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah..menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya...

Beliau berwasiat: Anak-anaku...jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian "tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti.

Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak2nya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yg robek itu sesuai wasiat ayahnya. Akan tetapi pakmodin menolaknya: "maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..".

Terjadi diskusi panas antara anak2 yg ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin  juga ustad yg melarangnya. Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris. Beliau menyampaikan: "sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka ber-sama2 siapa tahu ada petunjuk..

"Maka dibukalah surat wasiat alm milyader buat anak2nya yg di titipkan kepada Notaris tersebut.Ini bunyinya: Anak-anaku pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah...

lihatlah anak2ku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak.. tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati.
Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yg ikhlas. Anak2ku inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dg dunia yg sementara.

Salam sayang dari Ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Allah....
Di copy dari group tetangga

Kamis, Juli 02, 2015

GUNUNG PADANG CIANJUR JAWA BARAT

Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan CampakaKabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warungkondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.



 Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") tahun 1914. Sejarawan Belanda,N. J. Krom juga telah menyinggungnya pada tahun 1949. Setelah sempat "terlupakan", pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede[1]. Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.
Lokasi situs berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jejeran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs itu dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam[1]. Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat.[2] Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangiraja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.



Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sabtu, Desember 27, 2014

Jakarta Jogyakarta Candi Prambanan Keraton Malioboro candi borobudur desember 2014




Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Candi Prambanan

Situs Warisan Dunia UNESCO
Negara Indonesia
TipeBudaya
Kriteriai, iv
Nomor identifikasi642
Kawasan UNESCOAsia Pasifik
Tahun pengukuhan1991 (sesi ke-15)
Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnusebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, [1] kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antaraprovinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.[2] Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.[3] Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.[4]
Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


                            Batik
Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknikteknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan



Berlibur di akhir Tahun 2014